Artikel ini saya ambil dari berbagai sumber, dan yang sudah saya buktikan adalah menggunakan Kolam Semen :
CARA
TERNAK LELE DENGAN TEMPAT YANG SEMPIT
 |
| beternak lele jumbo |
A. Pembuatan Tempat
Pembuatan tempat merupakan factor utama dalam cara ternak lele. Dalam pembuatan
tempat atau kolam lele di bagi menjadi dua jenis atau tipe kolam, yaitu kolam
beton dan kolam terpal. Kolam yang pertama adalah kolam beton. Factor yang
paling penting yang harus diperhatikan dalam pembuatan kolam beton adalah
sebagai berikut:
B. Kolam Beton
Faktor-faktor yang paling penting yang harus diperhatikan dalam pembuatan kolam beton
adalah sebagai berikut:
1. Lokasi pembuatan kolam dimana?
2. Luas lokasi pembuatan kolam berapa luas?
3. Tinggi kolam minimal 80cm.
4. Ketebalan beton kolam, ketebalan dasar kolam serta
ketebalan diding kolam agar tidak bocor
5. Sistem keluar masuk air dan pengaturan debit air.
Setelah lokasi dan ukuran luas kolam telah ditentukan, barulah kita melakukan
pembuatan kolam lele. Berikut cara-cara pembuatan kolam lele:
-
Ukur luas kolam terlebih dahulu, karena luas kolam sangat
menentukan berapa banyak bibit lele yang akan kita masukan.
-
Setelah pengukuran selasai barulah kita melakukan
penyemenan kolam, misalkan ukuran kolam 3x4 meter dengan kedalaman kolam 80cm.
-
Lakukan penyemenan dasar kolam terlebih dahulu, dengan
ketebalan beton dasar 10cm.
-
Setelah penyemenan dasar kolam selesai, maka secepatnya
kita buat dinding kolam dengan ketebalan dinding kolam 15cm.
-
Pada saat melakukan penyemenan dinding kolam jangan lupa
kita buat saluran kelur mesuk air dan pengatuan debit air pada dinding kolam.
-
Setelah pembuatan dasar dan dinding kolam selesai
sebaiknya kita lakukan pemlesteran dasar dan dinding kolam, untuk mencegah
kebocoran kolam.
- Setelah semuanya selesai sebaiknya kolam jangan langsung
diisi dengan air. Sebaiknya kita pastikan dasar dan dinding kolam sudah
benar-benar kering dan kuat untuk menahan debit air yang akan kita isi nanti.
C. Kolam Terpal
Faktor-faktor yang paling penting yang harus diperhatikan dalam pembuatan kolam terpal
adalah sebagai berikut:
1. Lokasi pembuatan kolam
2. Luas lokasi pembuatan kolam
3. Pembelian terpal khusus untuk kolam ikan
4. Penataan kolam terpal agar terpal tidak mudah rusak
 |
| Kolam Lele Jumpo (Terpal) |
Setelah lokasi dan ukuran luas kolam telah ditentukan, barulah kita melakukan
pembuatan kolam terpal. Berikut cara-cara pembuatan kolam terpal:
-
Siapkan enam buah kayu pemancang setinggi 80cm
-
Lalu siapkan terpal yang berukuran 4x6meter
-
Siapkan bambu untuk menyanggah dinding kolam
-
Setelah semuanya telah diukur dengan matang, langkah
pertama yang harus kita buat adalah penanaman pancang dengan jarak panjang
4meter dan jarak lebar antara pancang adalah 1meter.
-
Setelah tiang pancang dipasang, langkah selanjutnya adalah
pemasangan penyanggah dinding kolam dengan menggunakan bambu yang telah sesuai
dengan ukuran jarak tiang pancang kolam.
-
Sesudah itu barulah kita mesukan terpal sebagai alas kolam
-
Langkah selanjutnya, isi air kedalam kolam terpal sedalam
20cm, lalu masukan serabut kelapa yang masih basah atau baru. Hal ini dilakukan
untuk menetralkan zat kimia yang terkandung dalam terpal tersebut.
-
Diamkan endapan air di dalam kolam tersebut selama
satu minggu
-
Setelah satu minggu kuras kolam tersebut hingga
betul-betul kering
-
Lalu isi air kedalam kolam terpal dengan kedalaman air
30-40cm, setelah air di isi masukan pupuk kompos kedalam kolam.
-
Lalu diamkan kolam sehari semalam
-
Baru untuk keesokan harinya kita dapat memasukan bibit lele.
D.
Pemilihan Bibit Dan Pengisian Bibit
Sebelum kita melakukan pengisian bibit maka sebaiknya kita tentukan bibit lele
apa yang akan kita biakan. Sebaiknya untuk penggunaan bibit, baiknya kita
gunakan bibit lele yang berasal dari indukan lele sangkuryang, yang dikawin
silangkan dengan indukan lele jumbo, karena anakan yang dihasilkan dari
perkawinan silang indukan lele sangkuryang dengan indukan lele jumbo lebih
tahan dan kebal terhadap firus penyakit, serta hasil dan waktu panen yang kita
dapatkan lebih banyak, lebih gemuk, serta lebih cepat dari pada lele biasa/
lele sungai. Untuk ukuran bibit lele yang harus digunakan adalah bibit lele
yang berukuran 5-7cm, karena dengan bibit lele ukuran 5-7cm ini kita tidak
perlu repot lagi untuk pemberian pakannya..
E. Pengisian Bibit
Untuk pengisian bibit ikan lele dengan ukuran bibit 5-7cm dan ukuran kolam 3x4
meter kita dapat mengisinya dengan 500-600 ekor bibit lele. Apabila pengisian
bibit melebihi dari 600 ekor maka akan mengganggu perkembangan bibit lele
tersebut. Kalau perkembangan bibit lele terganggu maka hasil yang akan kita
dapatkan akan mengecewakan.
F.
Pemberian Pakan
Untuk pemberian pakan bibit lele pada bulan pertama adalah pakan yang berukuran
F- 99 atau F- 1000, karena dengan ukuran pakan yang sebesar itu sangan
mendukung perkembangan bibit lele pada perkembangan bulan pertama. Setelah
bibit lele memasuki bulan yang ke-2 maka pakan lele harus diganti dengan pakan
yang lebih besar, dengan urukuran F-86, pergantian pakan ini dilakukan Karena
nafsu makan lele pada bulan ke-2 ini lebih meningkat dari pada pakan bibit lele
pada bulan pertama. Apabila missalnya kita tidak mengganti pakan lele, kita
akan mengalami kerugian pada pakan lele, yang disebabkan oleh pakan lele yang
berukuran F-99 atau F- 1000 lebih mahal dari pada F-86. Pada bulan ke-2 ini
sekali-sekali kita perlu member pakan segar, berupa ikan, jangkrik, dan cacing.
Pemberian pakan segar ini berfungsi untuk menambah nafsu makan lele.
G.
Cara Pembesaran Bibit Lele
Cara pembesaran bibit sangat berpengaruh pada saat pemanenan ikan lele nanti.
Cara pembesaran yang baik dan benar adalah sebagai berikut:
-
Lakukan penyortiran ikan pada bualn pertama
-
Pisahkan ikan yang berukuran lebih kecil, hal ini untuk
mencegah berkurangnya jumlah bibit, dikarenakan bibit lele yang berukuran lebih
besar akan memakan bibit lele yang lebih kecil.
-
Letakan bibit lele yang lebih kecil ke bak penampungan yang
lebih kecil, pelihara bibit yang lebih kecil ini sampai kira-kira ukuran bibit
yang lebih kecil ini mendekati atau hampir menyeimbangi ukuran bibit lele yang
lebih besar, setelah ukuran bibit sama besar barulah anda boleh mengabungkan
bibit lele tersebut ke satu tempat yang sama.
H. Cara Pergantian Air
Melakukan pergantian air sangatlah penting, dikaranakan bibit lele sangat mudah
terserang penyakit dan mudah setres, apabila air dalam kolam tersebut tidak
pernah kita ganti. Air yang kita gunakan untuk penggantian air sebaiknya
berasal dari air sumur atau air hujan. Apabila kita menggunakan air ledeng/ air
PAM bibit lele akan mudah mengambang dan cepat mati, dikarenakan di dalam air
ledeng/ air PAM tersebut mengandung kaporit atau bahan kimia untuk penjernih
air. Bahan kimia ini lah yang membuat bibit lele mudah mengambang dan cepat
mati. Untuk pergantian air kita lakukan sebanyak tiga kali. Penggantian air
pertama kali dilakukan pada saat bibit lele berumur dua minggu. Lalu
penggantian air pada kolam yang kedua kali dilakukan pada saat bibit lele
berumur satu bulan. Dan penggantian air yang terakhir delakukan pada saat bibit
lele berumur dua bulan.
I.
Kedalam Air
Kedalaman air juga perlu kita perhatikan, karena factor kedalaman air adalah
salah satu penyebab yang membuat lele mudah setres dan cepat lelah pada saat
mengambil makananya. Untuk ukuran bibit lele yang berumur satu bulan, sebaiknya
kita menggunakan kedalaman air sedalam 30-40cm saja. Hal ini dilakukan karena
untuk mempermudah bibit lele untuk meraih makananya. Untuk ukuran bibit lele
yang berumur dua bulan kedalaman air kita naikan menjadi 50-60cm. dan bulan
ketiga lele siap dipanen.
J.
Cara penaganan Bibit Lele Yang Sakit
Banyak orang yang mengatakan bahwa bibit lele yang mengalami sakit harus
dipisahkan dari bibit lele yang sehat, dikarenakan penyakitnya nanti akan
menyebar ke bibit lele yang sehat. Hal ini kurang tepat, apabila bibit lele
yang sakit dipisahkan dari bibit lele yang sehat kemungkinan kesembuhan bibit
lele yang sakit hanya 40% saja. Sebaiknya bibit yang sakit tetap
digabungkan dengan bibit lele yang sehat. Agar penyakit jamur tersebut
tidak akan menyebar sebaiknya kita lakukan antisipasi, seperti penggantian air
kolam dan pemberian obat alami. Obat alami tersebut adalah daun papaya dua
lembar yang di tumbuk halus dan di campurkan 4 sendok teh garam. Pemberian obat
alami ini sebaiknya dilakukan pada saat setelah kita mengganti air kolam dengan
air yang baru.
K. Hama dan Penyakit Pada
Budidaya Ikan Lele
Hama pada lele adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu
kehidupan lele Di kolam terbuka, hama yang
sering menyerang lele antara lain: katak, burung, serangga, musang air, ikan
gabus dan belut.Di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang sering menyerang
hanya katak dan kucing dan yang paling merugikan adalah Pencuri alias Kucing garong, hehehe.
Penyakit parasit adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat rendah
seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil. Jenis
hama/penyakit :
- Penyakit karena bakteri Aeromonas hydrophilla dan
Pseudomonas hydrophylla Bentuk bakteri ini seperti batang dengan cambuk yang
terletak di ujung batang, dan cambuk ini digunakan untuk bergerak. Ukurannya
0,7-0,8 x 1-1,5 mikron. Gejala: lele yang terkena bakteri ini: warna tubuh
menjadi gelap, kulit kesat dan timbul pendarahan. Lele bernafas megap-megap di
permukaan air. Pencegahan: lingkungan harus tetap bersih, termasuk kualitas air
harus baik. Pengobatan: melalui makanan antara lain pakan dicampur viterna yang
diberikan 1 kapsul amne atau cara konvensional dengan Terramycine dengan dosis
50 mg/kg ikan/hari, diberikan selama 7-10 hari berturut-turut atau dengan
Sulphonamid sebanyak 100 mg/kg ikan/hari selama 3-4 hari.
- Penyakit tuberculosis yang disebabkan bakteri
Mycobacterium fortoitum
Gejalanya : tubuh ikan berwarna gelap, perut bengkak ( karena
tubercle/bintil-bintil pada hati, ginjal, dan limpa). Posisi berdiri di
permukaan air, berputar-putar atau miring-miring, bintik putih di sekitar mulut
dan sirip. Pengendalian: memperbaiki kualitas air dan lingkungan kolam.
Pengobatan: dengan viterna 1 botol dikasih 1 kapsul amne dan dijadikan suplemen
pakan, 1 tutup untuk 2 sd 5 kg pakan. atau cara konvensional dengan Terramycin
dicampur dengan makanan 5-7,5 gram/100 kg ikan/hari selama 5-15 hari.
- Penyakit karena jamur/candawan Saprolegnia.
Penyebab: jamur ini tumbuh menjadi saprofit pada jaringan tubuh yang mati atau
ikan lele yang kondisinya lemah. Gejala: ikan lele ditumbuhi sekumpulan benang
halus seperti kapas, pada daerah luka atau ikan yang sudah lemah, menyerang
daerah kepala tutup insang, sirip, dan tubuh lainnya. Penyerangan pada telur,
maka telur tersebut diliputi benang seperti kapas. Pengendalian: benih
gelondongan dan ikan dewasa direndam pada Malachyte Green Oxalate 2,5-3 ppm
selama 30 menit dan telur direndam Malachyte Green Oxalate 0,1-0,2 ppm selama 1
jam atau 5-10 ppm selama 15 menit. pakan dikasih viterna yang diberikan 1
kapsul amne dalam 1 botolnya…dijadikan suplemen pakan harian.
- Penyakit bintik putih dan gatal (Trichodiniasis) Penyebab:
parasit dari golongan Ciliata, bentuknya bulat, kadang-kadang amuboid,
mempunyai inti berbentuk tapal kuda, disebut Ichthyophthirius multifilis.
Gejala:
(1) ikan yang diserang sangat lemah dan selalu timbul di permukaan air
(2) terdapat bintik-bintik berwarna putih pada kulit, sirip dan insang
(3) ikan sering menggosok-gosokkan tubuh pada dasar atau dinding kolam.
Pengendalian : air harus dijaga kualitas dan kuantitasnya.
Pengobatan : dengan cara perendaman ikan yang terkena infeksi pada campuran
larutan Fomalin 25 cc/m3 dengan larutan Malachyte Green Oxalate 0,1 gram/m3
selama 12-24 jam, kemudian ikan diberi air yang segar. Pengobatan diulang
setelah 3 hari. pakan dengan campuran viterna yang dikasih amne 1 kapsul per
botol vtn. dikasihkan dengan dosis anjuran.
- Penyakit cacing Trematoda Penyebab: cacing kecil
Gyrodactylus dan Dactylogyrus.
Cacing Dactylogyrus menyerang insang, sedangkan cacing Gyrodactylus menyerang
kulit dan sirip.
Gejala: insang yang dirusak menjadi luka-luka, kemudian timbul pendarahan yang
akibatnya pernafasan terganggu.
Pengendalian :
(1) direndam formalin 250 cc/m3 air selama 15 menit
(2) Methyline Blue 3 ppm selama 24 jam
(3) menyelupkan tubuh ikan ke dalam larutan Kalium Permanganat (KMnO4) 0,01%
selama ±30 menit
(4) memakai larutan NaCl 2% selama ± 30 menit
(5) dapat juga memakai larutan NH4OH 0,5% selama ±10 menit. pakan dengan
viterna sama dengan perlakuan di atas.
- Parasit Hirudinae Penyebab: lintah Hirudinae, cacing
berwarna merah kecoklatan.
Gejala : pertumbuhannya lambat, karena darah terhisap oleh parasit, sehingga
menyebabkan anemia/kurang darah. Cara Pengendalian: selalu diamati pada saat
mengurangi padat tebar dan dengan larutan Diterex 0,5 ppm. Apabila lele
menunjukkan tanda-tanda sakit, harus dikontrol faktor penyebabnya, kemudian
kondisi tersebut harus segera diubah, misalnya :
1. Bila suhu terlalu tinggi, kolam diberi peneduh sementara dan air diganti
dengan yang suhunya lebih dingin.
2. Bila pH terlalu rendah, diberi larutan kapur 10 gram/100 l air.
3. Bila kandungan gas-gas beracun (H2S, CO2), maka air harus segera diganti.
4. Bila makanan kurang, harus ditambah dosis makanannya.
5. pakan dicampur viterna yg sudah diberikan amne 1 kapsul per botolnya.
L. Pasca Panen
1. Setelah kita memanen lele, sebaiknya segera lah kita
bersihkan kolam, agar kolam tersebut tidak tercemar oleh bibit-bibit bakteri
yang akan mengganggu pertumbuhan bibit lele yang akan kita masukan nantinya.
Untuk kolam terpal sebaiknya kolam anda bersikan dengan cepat, karena kolam
terpal sangat rentan dengan sinar matahari yang akan menyebabkan terpal cepat
rusan dan bocor. Setelah anda melakukan pembersihan pada kolan terpal, maka
sebaiknya kolam langsung anda isi dengan air setinggi 30cm, setelah anda isi
air taburkan satu sendok the garam halus yang beryodium ke dalam kolam yang berukuran
1x2 meter, hal ini dilakukan untuk mencegah berkembangnya bibit-bibit jamur.
2. Pasca Panen Kolam Beton
Setelah kita memanen lele di dalam kolam beton, segeralah kita lakukan
pengurasan kolam. Setalah kita memlakukan pengurasan kolam ada baiknya kita
diamkan kolam tersebut selama dua hari, hal ini di lakukan agar kolam beton ini
dapan tersianr oleh matahari dan dapan menekan pertumbuhan baktari pada
dinding-dinding kolam.
Demikian pembahasan singkatnya, semoga bermanfaat buat teman-teman.
Ingat, setengah dari keberhasilan adalah persiapan yang baik dan doa, selanjutnya keuletan kerja keras kita. Selamat Mencoba dan semoga berhasil guna.